Ummahatul Mu’minin

14 Jun 2010

Jumlahnya 12 orang istri; yang wafat ketika beliau masih hidup adalah Khadijah ra dan Zainab binti Khuzaimah ra.

  • Nama-nama Ummahatul Mu’minin ra:
    • Khadijah binti Khuwailid
    • Saudah binti Zam`ah
    • `A’isyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq
    • Hafshah binti `Umar bin al-Khaththab
    • Zainab binti Khuzaimah
    • Ummu Salamah Hindun binti `Utbah
    • Zainab binti Jahsy
    • Juwairiyah binti al-Harits
    • Shafiyyah binti Huyayy bin Akhthab
    • Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan
    • Maria binti Syam`un al-Mishriyyah
    • Maimunah binti al-Harits radhiyallahu `anhunna
  • Satu-satunya yang perawan dari 12 istri Rasulullah saw adalah `A’isyah ra, yang lainnya adalah janda.
  • Seluruhnya berasal dari Jazirah Arabia, kecuali Mariya binti Syam`un ra.
  • Seluruhnya muslimat; Shafiyyah ra sebelumnya Yahudiyyah dan Maria ra sebelumnya Nashraniyyah.
  • Landasan pernikahan Rasulullah saw bukanlah syahwat, dengan alasan:
    • Sampai umur 25 th Rasulullah saw adalah perjaka.
    • Umur 25 sampai 50 th (umur ‘pemuda’) beliau saw menjalani kehidupan berumah-tangga bersama Khadijah ra, seorang janda yang terpaut umurnya 15 th dengan Rasulullah saw, yang sebelumnya pernah menikah dengan 2 orang suami dan mempunyai bebrapa orang anak dari pernikahannya.
    • Umur 50 sampai 52 th Rasulullah saw menduda.
    • Umur 52 sampai 60 th, beliau menikahi istri-istri yang lainnya dengan alasan politis, agama dan sosial.
  • Jadi, secara logika, tidak mungkin seorang yang dituduh suka nikah ternyata menikahi seorang janda yang terpaut umurnya 15 th dengan dirinya dan sudah menikah dengan 2 orang suami serta telah mempunyai beberapa orang anak dari pernikahan sebelumnya; kemudian menjalani kehidupan rumah tangganya bersama istrinya tersebut selama 25 th tanpa ‘melirik’ ke wanita lain dan menduda selama 2 tahun setelah istrinya wafat!
  • Wanita pertama yang beliau nikahi sepeninggal Khadijah ra adalah Saudah ra, janda seorang syahid, yang ketika itu berumur 80 th. Rasulullah saw menikahinya untuk memuliakannya dan memuliakan janda-janda para syuhada’ agar diikuti oleh para sahabatnya dan umat Islam secara keseluruhan.
  • Kesimpulannya, Rasulullah saw menikah dalam 2 kondisi:
    • Muhammad sebagai seorang laki-laki menikahi Khadijah ra.
    • Muhammad sebagai Rasul menikahi istri-istri beliau lainnya.
  • Para Rasul sabelum Nabi Muhammad saw juga ber’poligami’. Contohnya Nabi Ibrahim, Daud dan Sulaiman ‘alaihimussalam. Hal ini juga termaktub di dalam kitab-kitab suci kaum Yahudi dan Nashrani. Namun kenapa para orientalis Barat mendiskreditkan Rasulullah saw dari sisi ini?
  • Hikmah ‘poligami’ Rasulullah saw:
    • Pewarisan ajaran-ajaran Islam secara lebih detail (seperti shalat dan gerakan-gerakannya dl) yang memerlukan orang-orang yang dapat masuk di rumah beliau untuk menyaksikan rincian-rincian ajaran Islam yang kelak akan dibutuhkan oleh umat. Atas kehendak Allah swt, beliau menikahi `A’isyah ra sejak beliau masih belia agar dapat mempelajari juga mengingat hal-hal yang beliau dapatkan dari Rasulullah saw untuk diajarkan kepada umat. Ingat, `A’isyah ra hidup 42 th setelah wafatnya Rasulullah saw untuk menyebarluaskan ilmu! `A’isyah ra adalah sahabat yang menguasai seluk-beluk ilmu Fara’idh dan nawafil (shalat-shalat sunnah). Secara global, ada sekitar 3000 hadits bersumber dari istri-istri Rasulullah saw. Tentang pernikahan ‘bawah umur’, sudah umum di masyarakat gurun bahwa seorang anak perempuan lebih cepat balighnya dibanding anak-anak seumurnya di daerah yang lain. Sedangkan pernikahan ‘bawah umur’ bukan hanya dikenal di masyarakat Arab saja, tetapi juga dikenal di masyarakat Romawi dan Persia.
    • Memperkokoh hubungan diantara para sahabat sehingga itu berdampak kepada persatuan umat. Rasulullah saw menikahi putri Abu Bakar ra dan putri Umar ra. Beliau juga menikahkan dua orang putrinya kepada Utsman bin `Affan ra dan yang ketiga kepada Ali ra.
    • Mengasihi janda-janda para syuhada’. Untuk itu beliau menikahi Saudah, Ummu Salamah dan Ummu Habibah ra.
    • Penyempurnaan syariat Islam, dimana Rasulullah saw mencontohkan satu sikap dengan melakukannya sendiri agar menjadi pedoman bagi umat Islam, seperti sikap beliau memuliakan janda-janda para syuhada’ dan rasa kasih beliau terhadap tokoh yang masuk Islam seperti pernikahan beliau dengan Shafiyyah setelah keislaman ayahnya untuk mengangkat martabatnya dari hasutan orang-orang Yahudi.
    • Kecintaan Rasulullah saw akan kuatnya hubungan dan ikatan antara manusia di seluruh penjuru bumi, dimana beliau menikahi Maria al-Mishriyyah untuk melembutkan hati masyarakat Mesir, dan menikahi Juwairiyah ra sehingga Bani al-Mushthaliq semuanya masuk Islam setelah mereka ditawan oleh umat Islam pasca perang Bani al-Mushthaliq.

 

Demikian fakta-fakta ini diungkapkan, semoga bermanfaat untuk umat, khususnya ketika menghadapi tuduhan-tuduhan sehubungan pernikahan Rasulullah saw dengan istri-istri beliau, ummahatul mu’minin radhiyallah `anhunna.

Terjemahan bebas dari postingan teman di fb, sumber aslinya: http://www.youtube.com/watch?v=_PPJE2RLULw

abinaufal@yahoo.com

About the Author:

DDStudios

nirwan nazaruddin has written 50 articles for Annabawi.com

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment